Posts

Showing posts from March, 2011

Pesta Perkawinan dan Musik Dandut

Image
Waktu menunjukkan pukul 22.45, dan dilingkungan tempat tinggalku sudah mulai sepi dan sebagian besar tetanggaku sudah tidur. Aku belum tidur meski sudah mengantuk. Dari jauh kudengar suara sang biduan dandut menyanyikan lagu Wakuncar-nya Camelia Malik. Entah mengapa akhir akhir ini hampir setiap malam ada acara pesta pernikahan yang selalu diiringi dengan musik dandut. Biasanya menjelang bulan puasa banyak pesta pernikahan. Acara pestanya dibuat seakan akan tergesa gesa. Padahal kan repot kalau pengantin baru pas lagi Ramadan. Kadang kalau jaraknya hanya puluhan meter dari rumah, akan sangat mengganggu istirahat malam kita, namun kalau agak jauh, terdengar sayup sayup seakan akan menjadi pengiring tidur. Musik dandut dan pesta pernikahan di Sulawesi Selatan khususnya, dan di sebagian besar daerah di Indonesia adalah dua hal yang tak terpisahkan. Bagaikan dua sisi mata uang logam. Seakan akan tidak sah suatu pesta tanpa diiringi musik dandut. Dulu dikampung pada era 80an dan awal 90an,

Angin Punya Mulut

Image
Pada suatu sore, Adiel duduk duduk depan rumah. Karena masih dalam suasan 17 Agustus, banyak bendera dipasang didepan rumah rumah penduduk, termasuk depan rumah Adiel dan rumah kaka Indri. Adiel bertanya, “Bapak, kenapa bendera tidak bergerak gerak”. Bapak jawab, karena tidak ada angin, kalau ada angin bertiup, semua bendera akan bergerak / berkibar. Lalu Adiel bertanya lagi, “Ada mulutnya angin?” (Peristiwa saat Adiel 3 tahun) Gambar: dari billitone.net

Adik Ukasya

Image
Ukasya adalah adik sepupu Adiel, umurnya baru 4 bulan waktu itu, dan suatu sore sepulang dari Paggentungang menjenguk Ukasya, Adiel bilang, “Adik Ukasya belum bisa bicara karena belum ada giginya, tapi sudah ada lidahnya.” (Peristiwa saat Adiel umur 3 tahun) Gambar: dari cheap-price.net

Stress di Perjalanan

Image
Setiap hari kerja saya membutuhkan waktu sekitar 30 -45 menit perjalanan pergi atau pulang dari kantor. Kalau naik kendaraan umum lebih lama lagi, yaitu sekitar 1 jam lebih. Saya kadang merasa kelamaan dijalan dengan anggapan, mungkin saya bisa punya lebih banyak waktu untuk anak anakku kalau saja saya cepat sampai dirumah dan dikantor. Tapi lama dan sebentar itu relatif juga, kadang yang kita anggap lama, orang lain menganggapnya sekejap. Perjalanan yang hanya sekitar 90 pergi pulang- menit itu setiap hari kulalui dengan rasa stress. Baru terasa lega setelah sampai dirumah lagi. Ada banyak hal yang membuat stress dijalan. Yang pertama sopir angkot (angkutan kota atau di Makassar dikenal dengan nama Petepete) yang ugal ugalan yang berhenti disembarang tempat dimanapun mereka menemui penumpang. Ada banyak juga pengendara sepeda motor yang tidak disiplin. Begitu banyak pengendara motor, yang melaju kencang dan melewati batas batas kecepatan yang wajar. Mereka kadang dengan tanpa rasa be

Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin

Image
Program KKN (kuliah Kerja Nyata) biasanya dilaksanakan saat mahasiswa perguruan tinggi memasuki semester akhir. Pelaksanaannya selama dua bulan di desa desa yang ada didalam provinsi. Tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan para mahasiswa memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Sampai tahun 1990-an, pelaksanaan KKN selalu di desa desa, yang jauh dari kota, tetapi sekarang ini pelaksanaannya bisa didalam kota dan disebut dengan KKNP (Kuliah Kerja Nyata Profesi). Saya melaksanakan program KKN ditahun 1990an. Waktu itu saya dan 9 mahasiswa lainnya dari berbagai fakultas ditempatkan didesa Belawae, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasinya sangat jauh dan terpencil. Jarak dari jalan provinsi sekitar 15 Km, dan pada kilometer 10 ada sungai besar yang harus disebearangi karena tidak ada jembatan. Setelah menyeberangi sungai, lalu berjalan kaki sekitar 5 km ke pusat desa. Kalau kantor desa dan lapangan sepakbola, hanya sekitar 1 km dar

Jogging Di Sydney

Image
Sydney adalah surga bagi para jogger. Banyak taman dan track jogging dibangun bagi para pencinta jogging, lari atau sekedar jalan santai bersama keluarga. Semua jalan raya juga disediakan tempat khusus bagi pejalan kaki disisi kiri dan kanan. Ada empat lokasi jogging yang pernah saya coba selama di Sydney. Yang pertama adalah Moore park, taman kecil yang banyak pohon dibagian luarnya, ditengahnya tanah lapang dengan rumput halus dan biasa dijadikan tempat main frisbee atau dog-walking (membawa anjing jalan jalan). Tempat jogging kedua yang merupakan tempat yang paling sering saya datangi jogging adalah Centennial Park. Luasnya sekitar 220 hektar. Bukan hanya tempat jogging, tetapi bisa juga bersepeda, naik kuda (ada kuda yang bisa disewa), rollerblade atau jalan santai. Banyak ibu ibu yang jalan jalan sambil mendorong kereta bayinya. Ada juga tersedia tempat barbeque Di Centennial park termasuk yang cukup bagus dan dekat dengan berbagai sudut kota Sydney karena terletak di Anzac Parade

Burung Tidur

Image
Sore hari menjelang magrib, saat itu Adiel duduk sama papa didepan rumah ditembok dekker. Saat menyaksikan burung burung berterbangan diudara, Adiel bertanya, “Bapak, mau kemana burung itu semua?”. Lalu bapak menjawab, “Burung burung itu mau terbang kerumahnya untuk bobo (tidur) karena sudah mulai gelap”. Lalu Adiel bertanya lagi, dimana rumahnya burung?. Dipohon, ada sarangnya, kata papa, dan kalau sudah malam burung burung itu tidur disarangnya dipohon. Adiel bertanya lagi, “Pake appe ki juga?” Maksudnya, apa burung juga pake bantal guling kalau tidur? appe = sulappe (bahasa Bugis)= bantal guling. (peristiwa saat Adiel umur 2,5 tahun) Gambar: dari refreshmore.com

Obat Untuk Nyamuk

Image
Pada suatu sore dirumah mama Nini (tantenya Adiel). Waktu itu Adiel baru sekitar 2 tahun, tapi sudah lancar bicaranya. Kalau mama tugas sore dan papa belum pulang dari kantor, Adiel dititip sama mama Nini. Ditokonya, Adiel melihat mama Nini menuangkan cairan kedalam wadah yang mungkin Adiel tidak mengerti apa isinya. Adiel lalu bertanya, “Apa itu mama Nini?” Mama Nini menjawab, “Obat Nyamuk”, dengan polos Adiel bertanya lagi “sakit apa nyamuk?” (Peristiwa saat Adiel umur 2 tahun)

Asap Rokok Dalam Bis

Image
Beberapa hari lalu saya mengadakan perjalanan jauh untuk tugas mengajar pada salah satu institusi pemerintah yang mengadakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Mamuju. Dari Makassar (Sulawesi Selatan) ke Mamuju (Sulawesi Barat) yang berjarak sekitar 444 km, sesuai buku panduan pariwisata yang saya baca sebelumnya. Saya beli tiket di Terminal regional Daya. Kalau saja ada bus pagi kesana saya lebih suka karena perjalanan ke Mamuju semua melalui tepian pantai yang indah. Tapi karena semua bus berangkat pada malam hari, terpaksa saya berangkat malam, sekitar jam 7.30 malam. Tiket bis yang saya dapat adalah non-ac, karena yang tiket bis ber-ac sudah habis. Ketika sudah duduk dalam bus, orang yang duduk tepat dibelakang saya sedang asyik merokok. Orangnya sudah tua dan sudah memakai kain sarung, mungkin persiapan tidur, pikirku. Ternyata orangtua perokok tersebut, tidak tidur sepanjang perjalanan, tapi asyik merokok. Asap rokoknya selalu tertiup kemuka saya setiap kali dia hembuskan. Terp

TAKABONERATE Expedition

Image
Takabonerate adalah suatu gugusan kepulauan yang secara administratif adalah satu kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Gugusan kepulauan ini sudah ditetapkan sebagai Taman Nasional Laut berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 280/Kpts-11/1992 sebagai Taman Laut terbesar di Indonesia. Kawasan ini terdiri dari 21 pulau besar dan kecil, dan hanya 7 pulau yang berpenghuni. Letak geografisnya berada pada 120 55’ BT dan 6 23’- 705’ LS dengan luas kawasan 530.765 Ha. Jumlah penduduknya 5.101 jiwa. Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari 130 pulau dan yang berpenghuni cuma 26 pulau. Pada program “Takabonerate Islands Expedition” yang berlangsung selama 4 hari diatas kapal TNI AL KRI MAKASSAR, saya dan teman teman hanya sempat mengunjungi 3 pulau, selain pulau terbesarnya yaitu Selayar, juga pulau Rajuni dan Pulau Tinabo. Pulau Rajuni dan Tinabo ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Laut Takabonerate. Di pulau Rajuni dihuni oleh kebanyakan suku Bugis dengan logat Bugis Sinjai. Pulau Tinabo

Si Tupac

Image
Tupac adalah nama kucing hitam milik tetangga apartemen unit sebelah saat saya masih tinggal di Strachan street, Kingsford, Sydney. Pemiliknya namanya William, cowok bule Australia asli. Saya jarang ngobrol dengan si Willy tapi cukup sering berinteraksi dengan si Tupac. Dan melalui Tupac juga saya bisa kenalan sama Willy, tuannya. Dengan si Willy ketemunya paling di tempat penjemuran pakaian dihalaman belakang. Sementara di Tupac, setiap kali pintu kamarku terbuka pasti dengan lincahnya akan lari masuk kekamar dan tidur tiduran ditempat tidurku. Suatu sore yang mendung, dihalaman belakang apartemen Willy bertanya kepada saya, “don’t you see Tupac?” Awalnya saya agak bingung, tapi kemudian ingat si kucing hitam yang memakai kalung dengan tulisan “TUPAC” dan sederet nomor telepon dibagian bawa namanya. Saat kuberitahu bahwa si Tupac ada ditempat tidurku, Willy minta maaf. Sejak itu kami lebih sering bercerita tentang Tupac kalau bertemu di tempat penjemuran. Ada beberapa kisah lucu tent

RSKD DADI

Image
Pada suatu sore, saya ke RS Dadi di Makassar, untuk menjemput istri saya yang bertugas disitu. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, saya sempat membeli koran Fajar, selain majalah Readersdigest yang selalu saya bawa. Tujuannya untuk saya baca kalau istri belum bisa pulang kalau ada pasien gawat. Singkat cerita, diruang tunggu saya membaca readersdigest sementara koran saya letakkan disamping, sambil menunggu istri yang masih bertugas. Tiba tiba seorang pemuda yang saya perkirakan keluarga pasien datang duduk disamping saya dan minta izin pinjam koran. Mungkin dia suntuk menunggui keluarganya yang sedang dirawat dan tak ada bahan bacaan sama sekali. Setelah membaca sekilas, si pemuda membuka percakapan dengan saya. Awalnya dia berbicara tentang PSM yang akhir akhir ini sering kalah. Saya menanggapinya seadanya, pertama, karena saya memang kurang memperhatikan dunia persepakbolaan nasional, kedua saya masih asyik membaca Readersdigest. Ketika saya berhenti membaca, kami kemudian bisa sed

Kucing & Tikus

Image
Tikus Tikus Yang Mengganggu Rumah yang kami sekeluarga tempati sekarang dibangun diatas lahan bekas persawahan. Ketika pertama kali kami tempati sekitar Februari 2007, begitu banyak tikus yang sering masuk. Apalagi dengan dengan adanya rumah kosong pas disebelah kanan rumah. Selain itu saya juga membangun tambahan bangunan dibelakang, yang sebagian tembok dindingnya belum diplester. Tikus dengan mudah memanjat sampai keatap. Pada malam hari sangat mengganggu karena mereka berlarian dan berkejar kejaran diatas ata seng dan plafond rumah. Anak anak juga ketakutan kalau malam hari masuk ke dapur atau toilet. Berbagai cara kami lakukan untuk memberantas tikus tikus tersebut, mulai dari menutupi semua lubang yang bisa dimasuki, tidak membiarkan ada makanan atau sisa sisa makanan didapur, memberikan pil racun tikus… namun tidak ada yang berhasil. Seorang teman menyarankan untuk memasang perangkap atau lem tikus, tapi karena istri lagi hamil waktu itu, saran teman tidak kulaksanakan. Orang tu

Helm

Image
Adiel kalau bepergian sama bapak dan mama naik motor biasa duduk didepan dan memakai helm. Pada suatu sore, saat itu rencana mama akan ke toko kue, dan Adiel sudah siap siap. Saat akan berangkat, Adiel bilang, “Papa, saya mau pake helm juga, nanti mobil trek lewat dimataku!” Maksudnya, nanti kalau tidak pake helm dan mobil trek lewat, debunya bisa masuk dimata Adiel. (Peristiwa saat Adiel umur 3 tahun) Gambar: foto koleksi pribadi