Posts

Showing posts with the label Sulawesi Selatan

Sejarah Islam di Sulawesi Selatan

Image
Buku : Sejarah Islam di Sulawesi Selatan Penulis : Suriadi Mappangara dan Irwan Abbas Penerbit : Lamacca Press, Makassar 2003 (Bekerja sama dengan Biro KAPP Setda Provinsi Sulawesi Selatan) Jumlah Halaman : viii + 201 ISBN : 979-97452-5-X Buku ini terdiri dari 6 bab, dimana pada bagian atau bab pertama hanya berupa pengantar, yang membahas tentang latar belakang penulisan buku, tujuan dan manfaat penulisan dan kerangka konseptual. Kebudayaan dan Kepercayaan Pra-Islam dibahas pada bagian ke-2. Pada bagian ini ada pembahasan tentang suku bangsa dan bahasa, religi masyarakat yang terdiri dari: kepercayaan Toani Tolotang, Patuntung, dan Aluk Todolo’. Penulis juga menjelaskan tentang pranata keagamaan,   dan bentuk ibadah kuno dan tata   cara penguburan. Bentuk ibadah kuno misalnya penyembahan Dewa Matahari dan Bulan, pemujaan terjadap Kalompoang, Arajang, Saukang. Dan Stratifikasi Sosial. Bagian ke-3 merupakan inti pembahasan buku ini, yaitu asal mula masuknya Islam di Sulawesi ...

Sulawesi Selatan Berdarah

Image
Buku : Sulawesi Selatan Berdarah Penulis : Zainuddin Tika dkk. (Mas’ud Kasim, Muhammad Iqbal, Basri, Zainuddin) Penerbit : Lembaga Kajian Sejarah Budaya Sulawesi Selatan, Makassar 2016 Jumlah Halaman : vi + 100 ISBN : 078-602-14794-4-5 Buku berjudul “Sulawesi Selatan Berdarah” ini membahas tentang peristiwa berdarah yang menelan korban 40.000 jiwa di Sulawesi Selatan atau dikenal dengan nama peristiwa Korban 40.000 jiwa. Rangkaian peristiwa ini dimulai pada tanggal 11 Desember 1946. Tentara Belanda (Pasukan Westerling) melaksanakan operasi militer, dengan mengumpulkan semua laki laki remaja dan dewasa disebuah lapangan tidak jauh dari Istana Andi Mappanyukki. Mereka semua diinterogasi, yang mana yang extrimis, teroris, perampok. Mereka semua kemudian diberondong peluru dan mati seketika itu dengan lumuran darah yang memenuhi tanah lapangan itu.   Operasi militer itu berlanjut kedaerah lainnya di Sulawesi Selatan sampai korbannya mencapai 40.000an orang.  Pembahasan buku ini d...

Hari Jadi Daerah Daerah di Sulawesi Selatan

Image
Setiap daerah di Indonesia, baik daerah kabupaten, kota, dan provinsi hampir semua memiliki tanggal istimewa yaitu tanggal yang diperingati tiap tahun sebagai hari Ulang Tahun Daerah. Daerah yang belum memiliki tanggal hari jadi biasanya akan berusaha merumuskan dan menentukan tanggal hari jadinya. Ada kecenderungan setiap daerah menginginkan harijadi atau ulangtahun yang ratusan tahun. Kabupaten dan kota di provinsi Sulawesi Selatan ada yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Misalnya kota Makassar yang pada tahun 2013 lalu memperingati ulang tahunnya yang ke 406 pada tanggal 9 November. Sementara pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 19 Oktober 2013 lalu juga memperingati ulangtahun ke 344 secara meriah diseluruh kabupaten kota se Sulawesi Selatan. Daerah kabupaten kota di Sulawesi Selatan juga memperingati hari ulangtahun setiap tahun pada tanggal yang berbeda beda. Namun ada juga yang memperingatinya secara bersamaan yaitu daerah pemekaran yang memang bersamaan d...

Bantaeng, Sulawesi Selatan, INDONESIA

Image
Gambaran Umum: Bantaeng atau Bonthain, konon berasal dari kata Bantayan dan sudah dikenal sejak dulu. Kabupaten Bantaeng adalah sebuah Kabupaten dari 28 Kabupaten dan kota di Propinsi Sulawesi Selatan, dengan luas wilayah 539,83 km²terbagi atas 8 kecamatan, 46 desa, dan 21 kelurahan, dengan jumlah penduduk 168.828 jiwa. Ibukota kabupaten Bantaeng terletak sekitar 123 km arah Selatan Kota Makassar, dapat di tempuh dengan sekitar 2 sampai 2,5 jam dengan kendaraan mobil. Daerah ini berada pada posisi 5°21’13” sampai 5¹3526” Lintang Selatan dan 119°51’42” sampai 120¹¹0527” Bujur Timur. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Jeneponto di sebelah Barat, Kabupaten Bulukumba di sebelah Timur, Kabupaten Gowa di sebelah Utara, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Laut Flores. Kabupaten Bantaeng mempunyai iklim tropis basah. Bulan oktober sampai maret merupakan musim hujan, dan musim kemarau jatuh antara bulan april sampai september. Temperatur udara rata-rata 18 sampai 28°C. Wilayah...

Maros, Sulawesi Selatan, INDONESIA

Image
Maros merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dikenal dengan julukan “Butta Salewangang” yang berarti tanah yang subur. Areal persawahan yang dilatarbelakangi oleh bentangan pegunungan karst yang kaya dengan berbagai spesies flora dan fauna menjadikan panorama alamnya sangat indah dan menakjubkan. Dan apabila dipandang dari akan nampak blok blok polygonal yaitu suatu pola yang unik dan tidak dimiliki daerah manapun didunia sehingga bentangan pegunungan karst tersdebut selain tercantik juga merupakan suatu keajaiban dunia. Secara geografis Maros sangat mudah dijangkau, karena selain mewilayahi “Bandara Internasional Sulatan Hasanuddin” juga berbatasan ;langsung dengan ibukota Provinsi Sulawesiu Selatan ‘Makassar’ yang berarti kedudukannya baerada pada jalur poros Sulawesi menuju kearah utara dan timurlaut, sehuingga sangat ideal sebagai pintu gerbang sekaligus daerah tujuan wisata. Dengan latar belakang geografis prasejarah dan sejarah, Maros melahirkan unsur budaya yang m...

SINJAI, Sulawesi Selatan, Indonesia

Image
Secara Geografis, Kabupaten Sinjai terletak di bagian Pantai Timur Propinsi Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 223 km dari kota Makassar. Tepatnya berda pada posisi : 5° 19’ 50” - 5° 36’ 47” Lintang Selatan (LS) dan antara 119° 48’ 30” - 120° 10’ 00” Bujur Timur (BT). Luas wilayahnya berdasarkan data yang ada, seluas 819,96 Km² (81.996 Ha). Secara administratif, Kabupaten Sinjai mencakup 9 (sembilan) Kecamatan yang terdiri dari 80 desa dan kelurahan. Posisi wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Bone (bagian Utara), Teluk. Bone (bagian Timur), kabupaten Bulukumba (bagian Selatan) dan kabupaten Gowa (dibagian Barat). Kabupaten Sinjai merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi budaya dan wisata. Baik itu potensi wisata alam, wisata budaya, wisata bahari dan pantai serta pesta-pesta rakyat. Di wilayah Kabupaten Sinjai terdapat beberapa objek wisata yang potensial untuk dikembangkan. Diantara budaya adat Karampuang dengan pesta adat Ma’pogau Sihanua. Selain itu wisata bahari me...

Sulawesi Selatan, INDONESIA

Image
Sulawesi Selatan yang lebih terkenal dengan nama Celebes adalah sebuah pulau yang elok permai dengan juas area 227.000 kilometer persegi, lebih kecil dibandingkan dengan gabungan daratan England dan Skotland. Bentuknya menyerupai bunga Orchid dengan jazirah-jazirah yang panjang serta rata dan pipih. Tidak ada titik daratan yang lebih dari 90 kilometer jauhnya dari pantai menjadikan pulai ini menjadi garis pantai yang panjang dan kebanyakan datarannya nampak bergunung-gunung. Gabungan dari kedua rupa yang demikian itu Sulawesi menjadi sebuah pulau dengan pantai yang sangat indah dan pemandangan pegunungan. Secara Geografi Selat Sulawesi (Makassar) dikenal sebagai kawasan batas daripada garis Wallace, memisahkan dua unit margasatwa yang berlawanan, yaitu bahagian timur dan bahagian barat Indonesia. Golongan flora dan fauna pulau ini adalah unik (khas) seperti kayu eboni, babi rusa dan burung Maleo yang besar telurnya. Pulau ini telah dihuni manusia sejak 30.000 tahun yang lampau. Dibukti...

Benteng Fort Rotterdam Makassar

Image
Benteng Fort Rotterdam yang juga dikenal dengan nama Benteng Ujungpandang adalah salah satu peninggalan sejarah kejayaan dan keperkasaan kerajaan Gowa pada abad ke 17. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa IX yang bernama I Marigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung yang terkenal dengan nama Karaeng Turipallangga Ulaweng. Letaknya disebelah barat kota Makassar ditepian pantai, karena dulu adalah benteng pertahanan kerajaan Gowa dari serangan musuh dari laut. Kalau dilihat dari udara bentuknya seperti penyu yang sedang merangkak menuju kelaut. Menurut filosofinya, raja Gowa ingin rakyat Gowa seperti penyu yang dapat hidup dan bejaya di darat maupun di laut. Makanya benteng ini disebut juga Benteng Pannyua (Benteng Penyu). Pada awal pembangunannya oleh bahan dasarnya adalah tanah liat, namun oleh raja Gowa ke XIV Sultan Alauddin, bahannya diganti dengan batu batu padas dari pegunungan karst di Maros. Menurut sejarah, dikota Makassar yang dulunya adalah masuk kerajaan Gowa, ada 17...