Mengenang Setahun Kepergian Asdar Muis RMS
“Buat Temanku Suharman Musa, ‘Ketelitianmu kurindukan!’” Itulah seuntai kalimat yang ditulis oleh pak Asdar Muis dibagian sampul dalam, buku Mata Air Peradaban, Memorial Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang disertai tandatangannya. Tidak banyak buku tulisan pak Asdar yang kumiliki, hanya 3 buah buku. Yang pertama adalah “Andi Muhammad Rum, Titisan Colliq Pujie”, yang kedua “Eksekusi Menjelang Subuh” dan yang ketiga “Mata Air Peradaban, Memorial Gubernur Syahrul Yasin Limpo”. Namun yang istimewa dan berkesan bagi saya adalah karena semua bukunya ditandatangani dan dibubuhi kalimat pesan untukku. Saya memang selalu berusaha memiliki tandatangan (signature) penulis/pengarang (author) dari buku koleksi saya. Setiap kali ada kesempatan ‘book signing’ saya akan berusaha mendapatkan buku yang bertandatangan. Di negara maju, buku yang ada tandatangan penulisnya memiliki ‘nilai’ lebih dibanding dengan buku yg tanpa tandatangan. Pada buku “Eksekusi Menjelang Subuh” yang dihadiahkan kepada...