Posts

Showing posts with the label lontara Bugis

Silasa, Setetes Embun di Tanah Gersang

Image
Buku : Silasa, Setetes Embun di Tanah Gersang Penulis : A. Hasan Machmud Editor : Drs. H. A. Ahmad Saransi, M.Si. Penerbit : Pustaka Sawerigading bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulawesi Selatan, Makassar 2015 Jumlah Halaman : xiv + 174 ISBN : 978-602-9248-21-0 Sulawesi Selatan termasuk salah satu  provinsi di Indonesia yang kaya akan naskah naskah ( manuscripts ) kuno. Naskah naskah kuno ini disebut juga naskah Lontara, berisi berbagai macam tema atau topik. Ada naskah lontara tentang pertanian, astrologi, pengobatan, silsilah, maritim, peperangan, pendirian rumah, fragmen epos I La Galigo, dan lain lain. Naskah naskah ini sebagian tersimpan di Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, dan sebagian lagi disimpan sendiri oleh masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya, naskah lontara telah banyak dijadikan sumber informasi dan inspirasi penulisan berbagai bidang penelitian. Salah satunya adalah naskah lontara yang berisi ajaran mor...

The Old Manuscript of Bugis and Makassar

Image
The Bugis and Makassar ethnic groups in South Sulawesi are including two of the few ethnics in Indonesia who has a tradition of writing. Letters or script used by the Bugis people since hundreds of years ago is the Lontara script. The Lontara is derived from “lontar” or palm (leaves) where the original scripts were written on. Lontara itself is named "uki Ugi'sulapa eppa'" (Dr. Mukhlis Paeni in Nusantara Manuscript Catalogue). Makassar ethnic group is also has its own letter, called script 'jangang jangang' which resemble the original form or shape of the bird, so-called 'jangang jangang'. In further developments jangang-jangang script is rarely used and the Uki Sulapa Eppa is more frequently used for both Bugis and Makassar writing system. According to historians, the script lontara 'Uki sulapa eppa' and 'jangan jangan' script are both derived characters from the Indian's Sanskrit. A lot of Bugis ancient manuscripts stored in the L...

Naskah Kuno Bugis dan Makassar

Image
Suku bangsa Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan, termasuk dua diantara sedikit suku bangsa di Indonesia yang memiliki tradisi tulis menulis. Huruf atau aksara yang digunakan oleh orang Bugis sejak ratusan tahun lalu adalah huruf Lontara yang dalam bahasa Bugis sendiri dinamai uki’ sulapa eppa’ (Dr. Mukhlis Paeni dalam Katalog Naskah Nusantara). Suku Makassar juga memiliki huruf tersendiri yang dinamakan aksara Jangang-jangang yang aslinya mirip bentuk burung / unggas sehingga disebut jangang-jangang. Pada perkembangan selanjutnya aksara jangang-jangang jarang digunakan dan lebih sering aksara uki’ sulapa eppa’-lah yang mendominasi penggunaan dalam penulisan bahasa Bugis dan Makassar. Menurut para ahli sejarah, aksara lontara uki’ sulapa eppa’ dan aksara jangang-jangang keduanya masih turunan aksara Nusantara yang juga dari India (Sansekerta). Naskah Bugis kuno yang banyak tersimpan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulawesi Selatan, terdiri dari berbagai macam aksara, yaitu lontara ...

Colliq Pujie

Image
Colliq Pujié atau lengkapnya Retna Kencana Colliq Pujié Arung Pancana Toa Matinroé ri Tucaé, adalah seorang perempuan bangsawan Bugis yang hidup pada abad ke-19. Beliau bukan hanya bangsawan, tetapi juga pengarang dan penulis, sastrawan, negarawan, politikus yang pernah menjalani tahanan politik selama 10 tahun di Makassar, Datu’ (Ratu yang memerintah) Lamuru IX, sejarahwan, budayawan, pemikir ulung, editor naskah Lontara Bugis kuno, penyalin naskah dan sekretaris (jurutulis) istana kerajaan Tanete (di Kabupaten Barru sekarang). Menurut sejarahwan Edward Polinggoman, dalam diri Colliq Pujié mengalir darah Melayu dari Johor. Sejak abad ke-15 sudah ada orang Melayu yang menetap dan berdagang di Barru dan akhirnya kawin mawin ditanah Bugis. Tidak banyak catatan sejarah yang membahas tentang diri pribadi Colliq Pujié. Mungkin saja beliau tidak dikenal sampai sekarang kalau saja, ia tidak membantu Benjamin Frederick Mathes dalam menyalin naskah kuno I La Galigo yang menjadi salah satu kar...