Posts

TINABO, pulau kecil yang indah di Selayar

Image
Pulau Tinabo adalah salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar, yang masuk dalam gugusan kepulauan Takabonerate. Saya berkunjung ke pulau ini pada tahun 2009 pada saat acara Takabonerate expedition. Pulau ini sebenarnya tidak berpenghuni, namun oleh pemerintah daerah telah dibangun pondok kerja untuk para pencinta lingkungan, khususnya pelestarian terumbu karang (coral reefs). Pulau Tinabo paling sering dikunjungi oleh para peneliti, mahasiswa, pencinta alam, diver (penyelam), dan pemerhati terumbu karang lainnya. Keindahan pulau ini sulit digambarkan dengan kata kata. Saya hanya bisa mengatakan bahwa inilah pulau terindah yang pernah saya datangi. Pasirnya putih bersih dan sangat halus. Pasirnya benar benar berwarna putih, bukan warna kuning seperti pantai Bira di Bulukumba, atau pantai Kuta di Bali. Pulau ini kecil dan anda bisa kelilingi hanya dalam hitungan menit, tidak sampai satu jam. Disini keindahan terumbu karang juga dapat disaksikan tanpa perlu menyelam, karena semua ad...

Tentang Oleh-Oleh

Image
Oleh oleh menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sesuatu yang dibawa dari bepergian; buah tangan. Pemberian oleh oleh dari orang yang baru datang dari bepergian sudah menjadi bagian tradisi masyarakat Indonesia. Seakan akan tidak sah kedatangan seseorang yang dari jauh tanpa membawa oleh oleh. Dinegara barat atau negara lainnya mungkin tidak dikenal yang namanya oleh oleh. Kalaupun ada pemberian atau hadiah, tak lebih dari sebuah kebetulan belaka dan bukan semacan tradisi atau kebiasaan seperti kita di Indonesia. Teringat masa kecil saya dulu dikampung disalah satu kecamatan di kabupaten Bone, setiap kali kakak atau keluarga lainnya datang dari Ujungpandang (sekarang Makassar) pasti membawa oleh oleh. Yang paling sering adalah roti yang berbentuk seperti kasur kapuk, juga kadang minuman kaleng misalnya 7up (baca seven up), cocacola dan lain lain. Seiring perjalanan waktu, oleh oleh sekarang ini semakin bervariasi. Ada misalnya oleh oleh berupa baju baru, paket makanan, dompet, ta...

Pesta Di Tengah Jalan

Image
Pagi pagi saat berangkat ke kantor, di Jl. Bonto Tangnga, Pao Pao jalanan ditutup dengan palang disertai tulisan besar “ADA PESTA” ditengah tengahnya. Bukan hanya satu lajur, tetapi ditutup total. Hanya pejalan kaki yang bisa lewat. Terpaksa saya dan pengguna jalan lainnya, motor, mobil, bentor semua berbelok arah melewati jalan sempit yang rusak parah diperumahan Pao Pao Permai. Jalanan diperumahan tidak diaspal, tidak dibeton, tidak dipaving, hanya tanah berlumpur dan berdebu, dan pasir bangunan dipinggir selokan. Belum lagi banyak yang berlubang dan digenangi air berwarna kekuning-kuningan. Untungnya, masih pagi pagi jadi tidak terlalu macet. Pelaksanaan pesta perkawinan di daerah ini banyak yang dilaksanakan ditengah tengah jalan, dengan terlebih dulu meminta izin ke kepolisian dan RT setempat. Mereka tidak menyewa gedung dengan alasan biaya yang mahal. Yang menjadi pertanyaan, mengapa pihak kepolisian begitu mudah memberi izin kepada penduduk untuk menutup jalan? Seharusnya dip...

Orang Makassar Menemukan Australia

Image
Jika kita menelusuri sejarah Australia, maka diketahui bahwa orang Eropa bukanlah yang pertama mengunjungi tanah Aborigin Australia. Jauh sebelum permukiman orang Eropa berdiri di Sydney, orang orang Makassar sudah sering mengunjungi Australia bagian utara. Mereka mengunjungi dan berlabuh didaerah daerah pantai yang sekarang ini dikenal dengan nama Arnhem Land. Para pelaut Makassar menempuh jarak sekitar 2000 km mencari hasil hasil laut terutama tripang. Mereka menggunakan perahu besar dan biasanya mereka menggunakan sampan kecil saat memancing tripang. Musim pencarian tripang biasanya berlangsung dari bulan Desember sampai Mei yang merupakan musim hujan disebagian besar Indonesia. Apakah orang orang Makassar menjadi teman atau musuh bagi orang Aborigin? Oleh karena para pelaut Makassar tersebut biasanya hanya tinggal sementara didaerah pantai, dan jarang sekali yang masuk ke pelosok, maka orang Aborigine sama sekali tidak menganggapnya sebagai musuh atau ancaman. Orang Makassar tidak...

Sydney, The Olympic Park

Image
Para atlet terbaik dunia telah menikmati kemegahan Olympic Park di Sydney selama Olimpiade musim panas tahun 2000 lalu. Sydney Olympic Park terletak di daerah Hombush yang dapat hanya sekitar 30 menit dari pusat kota Sydney dan sekitar 15 menit dari Parramatta, terdiri dari banyak taman , kolam kolam, area piknik, café, restoran, dan banyak kesempatan untuk bersantai menikmati keindahan alam. Sydney Olympic Park dapat dicapai dengan kereta, bus atau mobil maupun ferry. Di Sydney Olympic Park terdapat dua hotel besar bertaraf internasional yaitu Novotel dan hotel Ibis. Juga terdapat Olympic Cauldron yaitu tempat dimana Cathy Freeman, pelari Aborigin Australia menyulut api Olimpiade tahun 2000. Letak Cauldron ini antara Telstra Stadium dengan stasiun kereta Olympic Park. Ada 1972 nama atlet peraih medali selama Olimpiade diabadikan dibagian bawah Cauldron ini, juga peraih medali paralympic (Olimpiade khusus orang cacat). Tentu saja nama pebulutangkis Indonesia Toni Gunawan dan Chandra Wi...

Canberra: Danau Burley Griffin

Image
Danau Burley Griffin di Canberra adalah danau buatan di tengah ibukota negara Australia, Canberra. Dinamai danau Burley Griffin sesuai nama perancangnya yaitu Walter Burley Griffin, seorang arsitek Amerika yang memenangkan kompetisi desain kota Canberra. Danau ini selesai dibuat pada tahun 1964, setelah sebelumnya dibuat bendungan di sungai Molonglo yang membelah kota Canberra. Danau ini persis ditengah kota dan dikelilingi oleh berbagai gedung institusi / lembaga penting Australia, seperti: National Gallery, National Museum, National Library, Australian National University, dan High Court serta Parliament House yang terkenal. Danau ini juga dikelilingi oleh taman taman untuk rekreasi, tapi danau tidak cocok untuk berenang, hanya bisa digunakan untuk olahraga dayung, layar atau sekedar memancing ikan. Foto: dari Google.com serta koleksi pribadi

Naskah Kuno Bugis dan Makassar

Image
Suku bangsa Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan, termasuk dua diantara sedikit suku bangsa di Indonesia yang memiliki tradisi tulis menulis. Huruf atau aksara yang digunakan oleh orang Bugis sejak ratusan tahun lalu adalah huruf Lontara yang dalam bahasa Bugis sendiri dinamai uki’ sulapa eppa’ (Dr. Mukhlis Paeni dalam Katalog Naskah Nusantara). Suku Makassar juga memiliki huruf tersendiri yang dinamakan aksara Jangang-jangang yang aslinya mirip bentuk burung / unggas sehingga disebut jangang-jangang. Pada perkembangan selanjutnya aksara jangang-jangang jarang digunakan dan lebih sering aksara uki’ sulapa eppa’-lah yang mendominasi penggunaan dalam penulisan bahasa Bugis dan Makassar. Menurut para ahli sejarah, aksara lontara uki’ sulapa eppa’ dan aksara jangang-jangang keduanya masih turunan aksara Nusantara yang juga dari India (Sansekerta). Naskah Bugis kuno yang banyak tersimpan di Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulawesi Selatan, terdiri dari berbagai macam aksara, yaitu lontara ...